Posted on

Menilik Serba-Serbi Wedang Angsle, Minuman Khas Malang

Angsle - Pia Cap Mangkok

Wedang merupakan sesuatu yang tak asing lagi di Malang. Dalam situs Indonesia Kaya, wedang sendiri merupakan sebutan untuk minuman hangat atau panas dalam khazanah kuliner Jawa. Tidak hanya itu, wedang juga mengacu pada minuman tradisional segar dan menyehatkan, karena biasanya diracik dari rempah-rempah, seperti jahe, kayu manis, pala, cengkeh, dan lain sebagainya. Tak heran, selama di Malang, kamu bisa dengan mudah menemukan berbagai jenis wedang untuk diseruput saat malam tiba.

Nah, di Malang, ada satu wedang yang cukup terkenal dan banyak diminati. Namanya adalah wedang angsle. Angsle atau yang lebih dikenal dengan wedang angsle, merupakan minuman dengan kuah kental dan manis, yang berisi dengan berbagai topping. Mulai dari petulo, kacang hijau, ketan putih, mutiara, potongan roti, kacang tanah, dan juga irisan kolang-kaling. Petulo sendiri merupakan sebutan untuk putu mayang, yang terbuat dari tepung beras dan tepung sagu, sehingga teksturnya kenyal serta lembut saat dikunyah.

Sepintas, wedang angsle ini memang akan mengingatkanmu pada sekoteng. Namun demikian, yang membedakan antara sekoteng dan wedang angsle ini adalah pada petulo serta kuahnya. Jika kuah sekoteng biasanya hanya terbuat dari jahe dan susu, kuah angsle diracik dari beragam rempah sehingga menghasilkan aroma wangi. Khusus untuk wedang angsle, kuahnya biasa terbuat dari campuran daun pandan, vanili, santan, jahe, dan gula jawa. Tak heran jika teksturnya menjadi kental, ya!

Untuk membuat wedang angsle sebetulnya tidak sulit. Masih melansir dari situs Indonesia Kaya, waktu yang dibutuhkan untuk meracik wedang angsle adalah sekitar satu jam. Pertama, kamu bisa merebus bahan utama untuk membuat kuah angsle dan terus diaduk agar santan tidak pecah. Jika aroma sudah tercium dan kuah sudah matang, kamu bisa menuangkan kuah ini di atas isian ketan, petulo, kacang hijau yang sudah direbus, potongan roti, mutiara, dan lainnya. Sajikan hangat dan jangan lupa berikan taburan kacang, ya!

Nah, agar semakin nikmat, kamu juga bisa menyantap wedang angsle ini dengan sepiring pia. Salah satu pia legendaris yang kami rekomendasikan adalah Pia Cap Mangkok yang sudah menjadi warisan asli kota Malang sejak tahun 1959. Pia Cap Mangkok punya banyak variasi rasa seperti kacang hijau, cokelat, keju, tangkwe, durian, kopi, hingga greentea yang pastinya sangat cocok untuk menjadi teman sajian wedang angsle hangatmu.

Untuk memastikan cita rasa serta kualitasnya, Pia Cap Mangkok dibuat secara khusus dengan tangan satu persatu, lho. Kamu bisa menemukan Pia Cap Mangkok di lima outlet yang tersebar di kota Malang. Pia ini juga tersedia dalam berbagai pilihan kemasan, jadi kamu bisa bebas memilih sesuai kebutuhan untuk dibeli sebagai buah tangan. Selamat mencoba dan mencicipi wedang angsle beserta pia ini, ya!