Posted on

Snack Manis Ala Malang untuk Sarapan atau Teman Bersantai

Snack Khas Malang Pia Cap Mangkok

Saat berkunjung ke suatu tempat, mencicipi aneka jajanan atau street food tentunya menjadi salah satu aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Begitu juga saat berkunjung ke Malang. Malang terkenal sebagai sebuah kota yang sangat kaya dengan khazanah kulinernya. Pasalnya, di sini kamu tak hanya bisa menikmati makanan tradisional saja, tetapi juga untuk kuliner kekinian yang sedang naik daun.

Hanya saja, kalau kamu rindu dengan jajanan tradisional atau snack manis ala Malang yang bisa dijadikan sebagai menu sarapan atau teman bersantai, kami punya rekomendasinya. Simak dalam artikel berikut ini, ya:

Pia Cap Mangkok

Bicara soal camilan khas Malang sudah pasti harus memasukkan Pia Cap Mangkok di dalamnya. Dengan berbagai varian rasa yang tak kalah menarik, pia legendaris ini selalu ludes diburu oleh para wisatawan. Nah, tak hanya pantas dijadikan sebagai buah tangan, pia ini juga sangat tepat untuk dijadikan sebagai menu sarapan dan teman bersantai. Terlebih jika pia dihangatkan dulu di microwave sebelum dikonsumsi. Hmm, hangat dan nikmat banget rasanya! Produk Pia Cap Mangkok hadir dengan beberapa pilihan rasa mulai dari kacang hijau, cokelat, keju, tangkwee, durian, kopi, green tea, hingga apel. Selain itu, tersedia pula berbagai pilihan kemasan, mulai dari isi 5, 12, hingga 25. Jadi, wajib untuk membeli pia ini saat berada di Malang, ya.

Sawut

Berasal dari bahasa Jawa yakni ‘semrawut’ yang artinya ‘berantakan’, sepintas sawut tampak seperti sajian yang kurang menggugah selera. Namun demikian, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan dengan menolak mencicipi makanan ini. Pasalnya, sawut memiiki rasa yang gurih, legit, dan juga manis. Sawut terbuat dari singkong yang diparut kasar lalu dikukus dengan gula jawa. Untuk penyajiannya, sawut hangat yang sudah matang akan ditaburi dengan kelapa sehingga menghadirkan rasa yang gurih. Banyak masyarakat yang menjadikan sawut sebagai menu sarapan, namun jika kamu ingin menjadikannya sebagai snack untuk teman bersantai juga bisa, lho.

Jemblem

Selain pia dan sawut, snack lain yang bisa kamu coba adalah jemblem. Sama seperti sawut, jemblem juga terbuat dari singkong. Hanya saja, untuk membuat jemblem, singkong terlebih dahulu diparut halus untuk kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil. Bagian tengahnya akan diisi dengan parutan gula merah yang lumer saat digoreng. Di beberapa daerah, jemblem dikenal pula dengan nama misro. Tidak sulit mencari jemblem di Malang karena kamu bisa menemukannya dengan mudah di pasar tradisional atau kedai kue basah. Disarankan untuk mengonsumsinya selagi hangat karena kolaborasi parutan singkong yang kenyal dan lelehan gula merah merupakan kombinasi yang tidak ada dua!

Puthu 

Snack lain yang tak kalah menarik di Malang adalah kue puthu! Kamu pastinya sudah tidak asing dengan jajanan tradisional yang satu ini, bukan? Makanan berbahan dasar tepung beras, parutan kelapa, dan juga gula merah ini memang cukup populer di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Malang. Yang membuat kue ini unik adalah proses memasaknya. Adonan tepung beras akan dipadatkan dan dimasukkan ke dalam tabung bambu untuk kemudian dikukus. Aroma dan cita rasanya pasti akan menggugah selera siapa pun yang melihatnya, terlebih jika dikonsumsi saat masih hangat.

Dari empat snack manis ala Malang di atas, mana yang paling ingin kamu coba sebagai menu sarapan atau teman bersantai? Coba share, yuk!